GAYA BAHASA PADA PUISI SAJAK SEBATANG LISONG KARYA W.S. RENDRA DENGAN THE ROAD NOT TAKEN KARYA ROBERT FROST

  • Ani Diana Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Dyah Pramesti Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Reni Anisa Putri Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Uswatun Hasanah Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Bagus Aji Sudrajat Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
Keywords: gaya bahasa, W.S. Rendra, Robert Frost, Sajak Sebatang Lisong, The Road Not Taken

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan gaya bahasa dalam dua puisi yang berasal dari latar budaya berbeda, yaitu Sajak Sebatang Lisong karya W.S. Rendra dan The Road Not Taken karya Robert Frost. Pemilihan kedua puisi tersebut didasarkan pada kesamaan peran stilistika dalam menyampaikan refleksi sosial, meskipun keduanya tumbuh dalam konteks sosial dan tradisi sastra yang berbeda. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi serta membandingkan unsur gaya bahasa, seperti metafora, personifikasi, hiperbola, repetisi, metonimia, dan simbolisme, untuk melihat kontribusinya dalam membangun makna tematik masing-masing puisi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rendra menggunakan gaya bahasa secara ekspresif untuk menegaskan kritik sosial terhadap kondisi moral dan politik di Indonesia. Sebaliknya, Frost memanfaatkan perangkat stilistika secara lebih halus untuk menggambarkan dilema pilihan hidup beserta implikasi filosofisnya. Perbandingan kedua karya tersebut menegaskan bahwa gaya bahasa tidak semata-mata berfungsi sebagai unsur estetika, melainkan juga sebagai sarana penting dalam penyampaian gagasan sosial dan refleksi tentang kehidupan manusia.

References

Abraham, I. (2015). Gaya bahasa protes dalam antologi puisi" potret pembangunan dalam puisi" karya WS Rendra (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).
Adiningrat, T., Sobari, T., & Wuryani, W. (2022). Analisis Stilistika Dalam Puisi Sajak Doa Orang Lapar Karya Ws Rendra. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 28-37.
Alfishar, A., Akbar, F. (2022). Gaya Bahasa dalam Puisi-Puisi Karya W.S. Rendra. Jurnal Aksara Sawerigading, 1(1), 33–44.
Ananda, Z. R., & Ratnaningsih, D. (2024). Analisis Citraan pada Kumpulan Puisi “Telepon Genggam” Karya Joko Pinurbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Griya Cendikia, 9(2), 671–678.https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v9i2.1622
Angesti, T., Sudrajat, R. T., & Sahmini, M. (2021). Analisis Gaya Bahasa pada Puisi “Dalam Diriku” Karya Sapardi Djoko Darmono. Journal on Education, 4(1), 14-19.
Ayuningrum, S. (2021). Kritik Sosial Potret Pembangunan dalam Puisi Karya W.S. Rendra. Jurnal Metamorfosa, 9(1), 69–81. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i1.1339
Beding, B. T. (2015). Potret Kesenjangan Pendidikan dalam Puisi “Sajak Seonggok Jagung” Karya W.S Rendra. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 7(2), 216–231.
Budiman, K. (2013). Membaca (-Ulang) sebuah Puisi Pamflet Rendra: “Sajak Sebatang Lisong”. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 1(2), 114–119.
Dahlan, M. (2021). Analisis Gaya Bahasa dalam Puisi “Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia” Karya W.S. Rendra. Jurnal Konsepsi, 10(1), 28–33.
Despryanti, R., Desyana, R., Rahayu, A. S., & Rostikawati, Y. (2018). Analisis gaya bahasa pada puisi “Aku” karya Chairil Anwar. Analisis Gaya Bahasa Pada Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar, 1, 165-170.
Fadli, F., Lestari, F. D., & Rakhmah, S. A. (2024). Kritik Sosial dan Politik pada Puisi Suara dari Desa Karya Atris Pattiasina: Pendekatan Sosiologi Sastra. Literature Research Journal, 2(2), 86–98. https://doi.org/10.51817/lrj.v2i2.899
Faizun, M. (2020). Analisis Gaya Bahasa dalam Puisi “Ada Tilgram Tiba Senja” Karya W.S. Rendra: Kajian Stilistika. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 4(1), 67–82. https://doi.org/10.24176/kredo.v4i1.4658
Frost, R. (1916). The road not taken. In Mountain interval. New York: Henry Holt and Company.
Juwati, J. (2017). Diksi dan gaya bahasa puisi puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri, sebuah kajian stilistik. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran, 1(1), 72-89.
Khatimah, H. (2019). Mencintai Bahasa Melalui Karya Sastra: Belajar Gaya Bahasa Dari Puisi-Puisi WS Rendra.
Laila, M. P. (2016). Gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi melihat api bekerja karya M AAN Mansyur (tinjauan stilistika). Jurnal gramatika, 2(2), 79994.
Lestari, A., & Nurizki, A. (2024). Analisis Struktur Batin dan Gaya Bahasa dalam Puisi “Gugur” Karya WS Rendra. Metonimia: Jurnal Sastra dan Pendidikan Kesusastraan, 2(2), 179-184.
Lexy J., Moleong. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya: Bandung
Masykuri, A., & Septian, M. (2024). Analisis Gaya Bahasa dan Diksi dalam Puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” Karya Chairil Anwar. Metonimia: Jurnal Sastra dan Pendidikan Kesusastraan, 2(3), 203-206.
Muriyana, T. (2022). Kajian sastra bandingan: Perbandingan aspek citraan (imagery) dan makna dalam puisi ‘Peringatan’karya Wiji Thukul dengan puisi ‘Caged Bird’karya Maya Angelou. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2(2), 217-227.
Nurgiyantoro, B. (2018). Stilistika. Yogyakarta: UGM PRESS.
Panjaitan, M. O., Telaumbanua, E. A., & Ariani, F. (2020). Analisis gaya bahasa dalam puisi “Danau Toba” karya Sitor Situmorang. Asas: Jurnal Sastra, 9(1), 72-80.
Pradopo, R. D. (2021). Stilistika. Yogyakarta: UGM PRESS.
Putra, M. Z. E. (2023). Analisis Gaya Bahasa pada Puisi “Doa” Karya Chairil Anwar. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(1), 151-155.
Rendra, W.S. 1979. Sajak Sebatang Lisong. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sabban, M. M. (2023). Perbandingan Puisi Rahasia Cinta Dan Puisi Surat Cinta Untuk Puan Sunyi Karya Ahmadun Yosi Herfanda. PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, 9(1), 43-52.
Umami, S., & Anto, P. (2020). Gaya bahasa perbandingan pada kumpulan puisi dalam pembelajaran sastra di SMA. El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 14-26.
Published
2025-12-29