FENOMENA PERUBAHAN ETIKA BERBAHASA REMAJA DALAM KOMENTAR TIKTOK: ANALISIS PRAGMATIK KRITIS

  • Usrin Malikha Universitas Al Qolam Malang
Keywords: etika berbahasa, TikTok, pragmatik kritis, Generasi Z, literasi digital, linguistic ethics, critical pragmatics, Generation Z, digital literacy

Abstract

Penggunaan bahasa di media sosial, khususnya TikTok, menunjukkan fenomena perubahan etika berbahasa di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perubahan etika berbahasa remaja dalam komentar TikTok serta menganalisis makna ideologis di balik penggunaan bahasa tersebut berdasarkan perspektif pragmatik kritis. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis pragmatik kritis. Data berupa 250 komentar dari lima akun TikTok populer dikumpulkan melalui dokumentasi daring dan dianalisis dengan teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bald-on-record dan ujaran sarkastik paling dominan digunakan remaja, menandakan penurunan tingkat kesantunan berbahasa. Pola ujaran tidak santun mencerminkan kecenderungan remaja untuk mengekspresikan pendapat secara langsung dan emosional tanpa mempertimbangkan norma sosial. Dari perspektif pragmatik kritis, perilaku berbahasa tersebut merupakan bentuk resistensi dan ekspresi identitas generasi Z di ruang digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan literasi digital dan etika berbahasa agar remaja mampu berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab di media sosial.

The use of language on social media, particularly TikTok, reveals a phenomenon of changing linguistic ethics among teenagers. This study aims to describe the forms of linguistic ethics transformation in teenagers’ TikTok comments and to analyze the ideological meanings behind such linguistic practices through a critical pragmatic perspective. The study employs a qualitative descriptive method with a Critical Pragmatics approach. The data consist of 250 comments from five popular TikTok accounts, collected through online documentation and analyzed using Brown and Levinson’s politeness theory. The findings show that bald-on-record and sarcastic utterances are the most dominant strategies used by teenagers, indicating a decline in linguistic politeness. These patterns reflect teenagers’ tendency to express opinions directly and emotionally without considering social norms. From a critical pragmatic perspective, such language behavior represents a form of resistance and identity expression among Generation Z in digital spaces. The findings emphasize the importance of digital literacy and linguistic ethics education to promote polite and responsible communication on social media.

References

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.

Fitriani, R., & Yuliani, D. (2024). Pragmatik digital dan perubahan kesantunan berbahasa di kalangan remaja. Jurnal Linguistika Kritis, 9(2), 76–89.

Hidayat, A., & Fauziah, S. (2023). Kesantunan berbahasa pada komentar netizen di media sosial TikTok. Jurnal Bahasa dan Sastra Digital, 5(1), 45–57.

Khotijah, S., & Mabruri, A. (2025). Dampak media sosial terhadap etika sopan santun siswa. Jurnal ARL, 7(2), 34–45.

Lestari, M. P., & Pradana, Y. (2023). Dinamika etika komunikasi digital generasi muda: Perspektif pragmatik kritis. Jurnal Komunikasi dan Budaya Digital, 5(3), 211–225.

Nugraha, E., & Rahman, I. (2025). Analisis ujaran kebencian di TikTok menggunakan pendekatan pragmatik kritis. Jurnal Pragmatik Indonesia, 11(1), 13–29.

Nuraini, S. (2022). Perubahan gaya berbahasa remaja dalam media sosial: Sebuah tinjauan sosiopragmatik. Jurnal Bahasa dan Media Sosial, 6(2), 98–111.
Rahmadani, I., & Hasanah, R. (2024). Bahasa gaul TikTok sebagai inovasi linguistik generasi Z. Jurnal Bahasa dan Budaya Digital, 4(2), 88–97.

Rahmah, N., & Nurlaili, S. (2022). Pragmatik dan kesantunan berbahasa dalam interaksi digital. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Komunikasi, 8(1), 55–66.

Rifai, M., & Dewi, K. (2023). Representasi kekuasaan dan identitas dalam bahasa komentar TikTok. Jurnal Kajian Bahasa dan Masyarakat, 12(4), 190–205.

Sari, T., & Munandar, A. (2024). Perubahan pola komunikasi generasi Z di ruang digital. Jurnal Sosiohumaniora Digital, 3(2), 99–112.

Siregar, D. (2025). Analisis etika dan kesantunan berbahasa remaja di media sosial. Jurnal Bahastra, 12(1), 66–78.

Sukmawati, N., & Hartono, D. (2023). Strategi kesantunan dalam komentar TikTok dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(3), 122–135.

Syafruddin, M., & Oktaviani, R. (2021). Pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada komunikasi daring. Jurnal Linguistik dan Sastra Indonesia, 9(2), 54–67.

Zuhdiniati, L., Purbasari, D., & Mulyana, H. (2023). Pengaruh media sosial TikTok terhadap etika berbahasa dan karakter anak remaja. Jurnal KIBASP (Kreativitas Bahasa dan Sastra Pendidikan), 3(4), 102–113.
Published
2025-12-29