Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Perlindungan Situs Majapahit

  • Mohammad Arifian Rohman Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Abstract

Warisan budaya dan warisan alam semakin terancam dengan kehancuran tidak hanya oleh penyebab vandalisme, tetapi juga oleh perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang memperburuk situasi dengan fenomena tangguh bahkan lebih dari kerusakan atau kehancuran yang diakibatkan oleh alam. Situs Trowulan merupakan tempat satu-satunya kota zaman klasik Hindu-Budha di Indonesia yang masih dapat ditemukan. Situs ini meliputi wilayah 11 km x 9 km, yang meliputi Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto dan Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno bawah Kabupaten Jombang. Situs kota bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini dibangun di atas medan datar di kaki tiga gunung, yaitu Penanggungan, Welirang, dan Gunung Anjasmara. Secara geografis, wilayah Trowulan cocok untuk pemukiman manusia karena didukung oleh topografi dengan air tanah yang relatif dangkal. Ratusan ribu sisa-sisa arkeologi kota tua di Situs Trowulan ditemukan terkubur di bawah tanah serta pada permukaan dalam bentuk: artefak, eko-fakta, dan fitur.

Pemeliharaan pascakonservasi perlu dilakukan untuk merawat secara rutin situs-situs yang telah dipugar agar lebih terawat. Namun pada kenyataannya kegiatan pascakonseravasi terhambat akibat dari keterbatasan. Keterbatasan tersebut adalah keterbatasan sarana dan prasarana akibat minimnya anggaran, keterbatasan tenaga juru rawat yang memenuhi standar yang ditetapkan dan juga keterbatasan pemahaman akan hakikat pelestarian benda cagar budaya yang dimiliki yang berakibat kurangnya peran serta masyarakat terhadap pelestarian benda cagar budaya.

DAFTAR PUSTAKA

Asmar, Teguh. 1982. Pemeliharaan Dan Perlindungan Benda-Benda Sejarah dan Purbakala. Jakarta: Palem Jaya.

Ardya W, Okky. 2008. Environment Graphic Design – Ketika Grafis tak Sekedar Pelengkap. Vol 04 Edisi 23. Concept.

Dupont, “Libraries, Archives, and Museums in the Twenty-First Century: Intersecting Missions, Converging Futures?,” RBM A J. Rare Books, Manuscripts, Cult. Herit., vol. 8, no. 1, pp. 13–19, 2007, doi: 10.5860/rbm.8.1.271.

Langer, Suzanne K. 2006. Problematika Seni. Sunan Ambu Press. Bandung.

Martinet, Jeanne. 2010. Semiologi / Kajian teori tanda Saussuran. Yogyakarta : Jalasutra.

Soekmono, R. .1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius. 2008. Agenda Terbaru: Perlindungan/Pelestarian Situs Purbakala

Sarwono, Jonathan. Hary Lubis. 2007. Metode Riset untuk Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta. Andi offset.

Safanayong, Yongky. 2006. Desain komunikasi visual terpadu. Jakarta Barat : Arte Intermedia

Tinarbuko, Sumbo. 2010. Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Widagdo, “Estetika dalam Perjalanan Sejarah – Arti dan Perannya dalam Desain, Simposium Internasional Ilmu Desain, di ITB, 2005

Published
2021-03-11
Section
Artikel